Children V.S Bocah

Friday, January 1, 2010 2 komentar

Judulnya saja sudah aneh, bagaimana isinya. Mungkin itu yang ada di pikiran anda. Tetapi judul tersebut mungkin yang paling pantas buat artikel saya kali ini. Apaan sih maksudnya??? Mau tau??? Cekidot... hehehehee... jadi pada artikel ini saya mau memberikan pendapat atau komentar-komentar kepada para anak-anak kecil di indonesia. Yang saya maksud dengan children itu adalah anak-anak yang mungkin bisa kita bilang anak-anak kota (modern) dan bocah itu berarti anak-anak desa (tradisional), bukan mau menjelek-jelekan desa, tetapi ini hanya pendapat saya saja kok gag lebih... hehehheeee..

Kalau kita tanya pada anak-anak sekarang, ”permainan apa yang paling kalian senangi??”. Pasti jawabannya ada yang bilang playstation, komputer, dll. Mungkin hanya sedikit yang bilang main sepak bola, bola kasti, dll. Hal ini disebabkan karena perkembangan jaman yang sudah sangat modern, jadi banyak permainan yang dapat dimainkan tanpa harus bercapek-capekan tetapi tidak mengurangi dari keasikan permainan tersebut. Sebut saja playstation, sekarang banyak rental-rental playstation di daerah rumah kita, bahkan mungkin tetangga kita yang membuka rentalnya. Hehehe...
Mungkin memang bagus juga kita mengajarkan teknologi kepada adik-adik atau anak-anak kita, tetapi dengan permainan tersebut anak-anak kita tidak akan bisa untuk bersosialisasi layaknya jika mereka bermain sepak bola misalnya, karena di sepak bola kita membuthkan kerjasama dan interaksi dengan para pemainnya. Interaksi tersebut sangat penting, karena manusia adalah mahluk sosial dan pasti akan membutuhkan interaksi pada orang lain. Jika tidak kita ajarkan pada anak-anak selagi muda. Bagaimana kalau dia nanti sudah dewasa? Apakah mungkin mereka bisa berinteraksi dengan baik? Karena masa kecilnya saja hanya bermain-main dengan mesin.
Bukannya saya mau menyalahkan para orang tua yang senang anaknya yang hanya duduk manis di depan televisi atau monitor. Tetapi marilah sekali-sekali kita ajak anak kita agar bisa bersosialisasi dengan orang lain. Minimal main dengan tetangga sebelah. Toh kan itu buat kebaikan mereka di masa depan nanti..

Label:

2 comments:

  1. Kita tidak bisa menolak 'kemajuan jaman' dan teknologinya, apalagi saat ini semua 'serba mudah'. Tapi untuk melatih anak-anak di sekitar kita supaya mereka melestarikan 'game yang non teknologi', kita perlu perhatian ekstra.

    Di perumahan yang kutinggali, masih banyak yang main layang-layang, sepeda BMX, sepak bola... oh ya aku juga sering beli makanan tradisional yang lewat - arum manis - . . .

    Kenangan desaku, kutulis di blog ini http://ngunuttulungagungjawatimur.blogspot.com/, selain aku juga pamerkan koleksi klipping gambar2 fantasiku yang kutempel secara manual di kertas-kertas itu (lebih 12500 gambar) di http://superyoss.blogdetik.com.

    Kini, akupun juga belajar memanfaatkan teknologi untuk menambah koleksi2ku.

    Jaman berubah, jaman berganti, anak-anak tetap harus jadi 'anak-anak', bukan korban ambisi orang tua... maju terus!

    ReplyDelete
  2. setuju pak... saya juga senang teknologi bisa membuat perkembangan dalam permainan anak2.. misalnya kayak game2 online kan sekarang banyak yang menggunakan bahasa inggris, jadi otomatis anak2 yang main bisa sekalian belajar bahasa inggris. tapi yang sangat disayangkan adalah ketika teknologi itu memunculkan sifat individual pada anak2. seperti kita tahu kan, anak2 lebih suka main dirumah (game online) dibandingkan memainkan permainan layaknya jaman saya SD dulu (sepak bola, bentengan, petak umpet dll). oh iya, poto profil bapak lucu banget tuh :D

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan sopan...
Anda sopan, kami segan...
Dan maaf, dimohon untuk tidak menaruh link hidup pada komentar. Jika terdapat, mohon maaf akan saya hapus. trimakasih :)

Member